Hallo sahabatku semua,
Ketika ada kesempatan.....,
Sekarang Dimas telah tiada Dia telah pulang kepangkuan Ilahi.. Selamat berjuang sahabat semua, maafkan Dimas atas kekhilafan nya
ุงَِّูุง ِِّٰููู َูุงِ َّููุงۤ ุงَِِْููู ุฑٰุฌِุนَُْูู
Sesungguhnya kami milik Allah
dan kepadaNya kami kembali
Telah kembali ke pankuan Illahi dengan tenang, ananda tercinta
Muhammad Dimas Budi Agung
Bin
Supriadi

Lahir di Bengkulu 24 November 1997
Wafat di RSUD Raden Mattaher Jambi
26 November 2021
Di langit Jambi yang tenang, ada satu nama yang kini jadi doa, Muhammad Dimas Budi Agung, kawan yang kembali lebih dulu ke pangkuan-Nya. Kami masih ingat: wajahmu yang damai, sikapmu yang bersahaja, diam yang tak pernah menyakitkan, dan senyum yang menguatkan dalam senyap. Dimas, namamu kini jadi pengingat, bahwa hidup hanyalah persinggahan, dan waktu bersama adalah anugerah yang tak boleh disia-siakan. Kau ajarkan kami, bahwa persahabatan bukan sekadar tawa, tapi juga keikhlasan mendoakan saat satu jiwa dipanggil pulang. Kami titip salam lewat sujud, kami kirim rindu dalam ayat, semoga kuburmu lapang, dan langkahmu diterangi amal yang kau tanam diam-diam. Terima kasih, sahabat. Meski jarakmu kini tak terjangkau peluk, kami percaya Allah lebih tahu kapan waktu terbaik untuk pulang. dari Papa Aamiin ya Rabbal ‘Alamiin.
๐ด
ุงูุณَّูุงَู
ُ ุนََُْูููู
ْ َูุฑَุญْู
َุฉُ ุงِููู َูุจَุฑََูุงุชُُู
Wasiat untuk kita semua
Teruslah berteman, bersahabat, bersaudara,
sampai tuhan berkata, saatnya pulang
Pergilah bersama teman-teman. Bersilaturahmi, makan minum bersama sama
dan bersenang senang untuk saling ingat dan mengingatkan untuk berlaku
kebaikan, beramal sholeh, karena waktu hidup kita semakin singkat. Maka
dari itu, bangunkanlah persaudaraan, carilah ridho Allah, perbuatlah
amal kebaikan sebanyak banyaknya, amin . .
Pergilah bersama teman-teman. Bersilaturahmi, makan minum bersama sama
dan bersenang senang untuk saling ingat dan mengingatkan untuk berlaku
kebaikan, beramal sholeh, karena waktu hidup kita semakin singkat. Maka
dari itu, bangunkanlah persaudaraan, carilah ridho Allah, perbuatlah
amal kebaikan sebanyak banyaknya, amin . .
Mungkin lain waktu kita tidak akan bertemu lagi. Mungkin lain waktu
kita sudah semakin susah untuk berjalan. Umur itu seperti es batu,
dipakai atau tidak, akan tetap mencair dan berakhir. Begitu juga dengan
umur kita. Digunakan atau tidak digunakan, umur kita akan tetap
berkurang, dan akhirnya kembali ke hadirat Tuhan. Kita akan menjadi tua,
sakit, dan meninggal.. Jalani hidup ini dengan ceria, sabar dan santai.
Jangan suka mau menang sendiri, sementara orang lain selalu salah.
Jangan buang sahabat cuma karena tak sepakat.
Satu keburukan teman, bukan berarti hilang sembilan kebaikannya.
Perbanyaklah waktu untuk berkumpul dengan teman- teman dan
saudara-saudara kita. Siapa tahu mereka nanti akan menjadi penolong kita
di akhirat kelak. Buanglah jauh jauh sifat egois dan iri hati. Terimalah
kekurangan dan kelebihan dari sahabat.
Bertemanlah dengan apa adanya, bukan karena ada apanya. Nikmati semua
waktu, senda dan tawa. Hargai semua perbedaan. Percayakan kemampuan
teman kita, Jaga perasaannya, tutupi aibnya. Bantu ketika dia jatuh,
sediakan bahu ketika dia menangis.๐๐๐๐
Tepuk tangan dan gembira ketika dia sukses. Sebut namanya dalam doa
kita. Bertemanlah dengan hati yang baik dan tulus. Ketika hatimu baik
dan tulus, percayalah, Tuhan juga akan selalu bersamamu. Teruslah
bersahabat sampai Tuhan berkata saatnya pulang ...
๐งก๐๐@Dimasbudiagung2021 ๐งก๐๐
Sekarang Dimas telah tiada Dia telah pulang kepangkuan Ilahi.. Selamat berjuang sahabat semua, maafkan Dimas atas kekhilafan nya
Salam persahabatan
Good luck all my friends. see you in heaven Allah
@Dimasbudiagung
ุงَِّูุง ِِّٰููู َูุงِ َّููุงۤ ุงَِِْููู ุฑٰุฌِุนَُْูู
Sesungguhnya kami milik Allah
dan kepadaNya kami kembali
Telah kembali ke pankuan Illahi dengan tenang, ananda tercinta
Muhammad Dimas Budi Agung
Bin
Supriadi

Lahir di Bengkulu 24 November 1997
Wafat di RSUD Raden Mattaher Jambi
26 November 2021
Semoga Almarhum dibimbing oleh Allah dan Rasul
menuju tempat yang mulia disisi Allah subhana wata ala amin. . . . . . .
mpat yang muliya
disisisNya, amin..... amin ya Rabbul alamin...
Puisi untuk Dimas
" Cahaya yang Pulang Lebih Awal "
Kau tak pergi, Dimas…
kau hanya pulang lebih cepat,
meninggalkan jejak adab dalam pertemanan,
dan ketenangan dalam setiap kenangan.
" Cahaya yang Tak Pernah Padam”
Di malam sunyi saat angin mengetuk jendela,
Ada nama yang selalu terucap di dalam dada.
Dimas... ananda yang kini tiada,
Tapi senyummu, abadi dalam cerita.
Kita pernah tertawa di bawah langit yang sama,
Berbagi mimpi, harapan, dan luka.
Kini engkau pergi menghadap Sang Pemilik Jiwa,
Namun kasih sayang ini tak akan pernah sirna.
Doa kami menyertaimu dalam cahaya,
Melewati lorong-lorong waktu menuju surga.
Semoga Allah memelukmu dengan cinta,
Dan menempatkanmu di tempat yang paling mulia.
Dimas' memories
Twitter
Instgram
Facebook
Home page Facebook
Berawal dari sakit gigi dan Sariawan
Persaudaraan
26 November 2021 Berduka cita๐ฒ๐ฒ๐ฒ
photo Dimas
/>
/>
Selamat jalan nak,
selamat jalan AbangSelamat jalan ananda,
Doa kami mengiringi perjalana Mu
mudahkan baginya
jalan menuju
tempat yang mulia
disisi Mu ya Allah
Untuk almarhum
Muhammad Dimas Budi agung Bin Supriadi
ALPATIHAH
Di langit Jambi yang tenang, ada satu nama yang kini jadi doa, Muhammad Dimas Budi Agung, kawan yang kembali lebih dulu ke pangkuan-Nya. Kami masih ingat: wajahmu yang damai, sikapmu yang bersahaja, diam yang tak pernah menyakitkan, dan senyum yang menguatkan dalam senyap. Dimas, namamu kini jadi pengingat, bahwa hidup hanyalah persinggahan, dan waktu bersama adalah anugerah yang tak boleh disia-siakan. Kau ajarkan kami, bahwa persahabatan bukan sekadar tawa, tapi juga keikhlasan mendoakan saat satu jiwa dipanggil pulang. Kami titip salam lewat sujud, kami kirim rindu dalam ayat, semoga kuburmu lapang, dan langkahmu diterangi amal yang kau tanam diam-diam. Terima kasih, sahabat. Meski jarakmu kini tak terjangkau peluk, kami percaya Allah lebih tahu kapan waktu terbaik untuk pulang.
Selamat jalan abang
Doa kami mengiringi perjalana Mu
mudahkan baginya
jalan menuju
tempat yang mulia
disisi Mu ya Allah
Amin. . . . . . . . . .
Untuk almarhum
Muhammad Dimas Budi agung Bin Supriadi
ALPATIHAH
ุจِุณْููููููููููููููููู
ِ ุง๏ทฒِุงูุฑَّุญْู
َِู ุงุงุฑَّุญِูู
Bismillaahir Rahmaanir Rahiim
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang
ุงَْูุญَู
ْุฏُ ِِّٰููู ุฑَุจِّ ุงْูุนَٰูู
َِْูู
Alhamdu lillaahi Rabbil 'aalamiin
Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam,
ุงูุฑَّุญْู
ِٰู ุงูุฑَّุญِْูู
ِ
Ar-Rahmaanir-Rahiim
Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang,
ู
ِِٰูู َْููู
ِ ุงูุฏِِّْูู
Maaliki Yawmid-Diin
Pemilik hari pembalasan.
ุงَِّูุงَู َูุนْุจُุฏُ َูุงَِّูุงَู َูุณْุชَุนُِْูู
Iyyaaka na'budu wa lyyaaka nasta'iin
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan
hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.
ุงฺِพْุฏَِูุง ุงูุตِّุฑَุงุทَ ุงْูู
ُุณْุชَِْูููู
َ
Ihdinas-Siraatal-Mustaqiim
Tunjukilah kami jalan yang lurus
ุตِุฑَุงุทَ ุงَّูุฐَِููۡ ุงَูุۡนَู
ุۡชَ ุนََِููููۡ
ۡ ۙ ุบَูุۡฑِ ุงููۡ
َุบุۡถُูุۡจِ
ุนََِููููۡ
ۡ ََููุง ุงูุถَّุงَِّูููٓۡ
Siraatal-laziina an'amta 'alaihim
ghayril-maghduubi 'alaihim wa lad-daaalliin
(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat
kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan
bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Untuk almarhum
Muhammad Dimas Budi Agung
Muhammad Dimas Budi Agung
Puisi Untukmu, Dimas
Cahaya yang Pulang Lebih Awal"
Kau tak pergi, Dimas…
kau hanya pulang lebih cepat,
meninggalkan jejak adab dalam pertemanan,
dan ketenangan dalam setiap kenangan.
Al-Fatihah untukmu, Dimas.
Poem for Dimas
"The Light That Returns Early"
You don't go, Dimas…
you just come home early,
leaving traces of manners in friendship,
and peace in every memory.
"The Light That Never Goes Out"
In the silent night when the wind knocks on the window,
There is a name that is always uttered in the chest.
Dimas... my dear friend who is now gone,
But your smile, is eternal in the story.
We once laughed under the same sky,
Sharing dreams, hopes, and wounds.
Now you go to the Owner of the Soul,
But this love will never fade.
Our prayers are with you in the light,
Passing through the corridors of time to heaven.
May Allah embrace you with love,
And place you in the most noble place.
In memory of
Muhammad Dimas Budi Agung
bin Supriadi (1997–2021)
In the calm sky of Jambi, there is one name
which is now the prayer of Muhammad Dimas Budi Agung,
The friend who returned first to His bosom.
You didn't go, Dimas... you just came home early,
leaving traces of manners in friendship,
and peace in every memory.
We still remember: your peaceful face,
your humble attitude,
silence that never hurts, and a smile
who strengthens in silence.
Dimas, your name is now a reminder,
that life is just a stopover,
and time together is a gift
which cannot be wasted.
You taught us that friendship
not just laughter,
but also sincerity in praying when
a soul is called home.
We greet each other by prostrating,
we send longing in verses,
May your grave be spacious, and your steps
illuminated by the good deeds you secretly plant.
Thank you, my friend. Even though you are far away
now beyond reach of embrace, we believe
Allah knows best when the time is right
best to go home.



.png)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar